Pagi ini aku berangkat sekolah lebih awal dari biasanya. Semuanya sudah kusiapkan sejak pukul enam. Tas, buku, alat tulis, tidak ada yang tertinggal, setidaknya sejauh yang kuingat. Aku mengeluarkan sepeda pemberian orang tuaku dari halaman, lalu mengayuhnya menuju sekolah.
Di perjalanan, aku teringat diriku yang dulu. Aku sering bolos tanpa tujuan. Bukan pergi ke warnet, bukan pula ikut tawuran. Kadang-kadang aku hanya berkeliling, menghabiska...