“Lari! Jangan berhenti! Cepat!”
Aku tidak tahu siapa yang berteriak pertama kali. Yang kutahu, kakiku sudah lebih dulu bergerak sebelum pikiranku sempat mengerti apa yang sedang terjadi.
Pasir kering menyembur di belakang langkah kami. Napasku terasa panas seperti menelan api. Di kiri dan kananku, orang-orang berlari tanpa saling menatap. Kami sudah berjalan berhari-hari sejak keluar dari Mesir.
Diam-diam.
Tergesa.
Takut.
Tidak ada yang benar-benar tidur nyenyak.
Aku tidak membawa apa-apa selain tubuhku sendiri. Tidak...