Yang Tak Pernah Bapak Ceritakan

Oleh: Dara Kirana

"Bapakmu itu pria bodoh!"

"Malas!"

"Gagal!"

"Keras kepala!"

“Pria yang membuat kita miskin!"

Kudengar Ibu mulai mengoceh lagi. Mungkin sudah ratusan kali aku mendengar kalimat-kalimat itu. Kalimat template yang terus diulang-ulang, seolah Ibu tidak pernah kehabisan alasan untuk menyalahkan bapak.

Aku sedang mencuci piring di belakang. Suara riuh peralatan dapur dalam ember masih kalah dengan suara Ibu. Setiap sore, sudah menjadi tugasku. Cuci piring, ambil air, dan masak.

Aku menghela napas. Rasanya telinga ini sudah bosan mendengarnya. Aku memilih diam sambil terus melanjutkan aktivitasku. Percuma menyahut ibu, ia akan semakin marah. Seperti api yang disiram bensin, berkobar makin besar.

Dan akhirnya aku juga yang terkena imbasnya. Aku pula yang akan diomelinya, dengan mengungkit kesalahan yang pernah kubuat. Bisa saja seminggu lalu, atau bahkan beberapa tahun lalu.

Tiba-tiba suara Ibu meredam, tak terdengar lagi ocehannya. Keningku mengernyit. Mungkin sudah puas, pikirku.

Tak lama, kudengar suara bapak meletakkan peralata...

Baca selengkapnya →