Bagi Reno, pesona wanita yang lebih tua selalu memiliki daya pikat tersendiri. Entah itu selisih dua, tiga, atau lima tahun, wanita dewasa selalu tahu cara memperlakukan pria dengan kelembutan yang matang. Dan semua standar itu bermuara pada satu nama: Denia.
Denia adalah definisi kecantikan yang sempurna di mata Reno. Gadis itu berusia dua tahun lebih tua darinya. Meski tumbuh di desa, Denia berasal dari keluarga berada. Tak heran jika ia memiliki kulit yang begitu bersih, putih menawan, dan terawat—sangat kontras jika dibandingkan dengan gadis-gadis desa kebanyakan.
Namun, bukan hanya fisik yang membuat Reno bertekuk lutut. Sifat Denia yang penyabar dan penuh kasih sayang selalu berhasil menjadi tempat teduh bagi Reno. Hingga pada suatu hari, Reno memberanikan diri untuk melompati batas tak kasat mata di antara mereka.
"Denia, seandainya aku melamarmu, apa kamu mau menerima lamaranku?" tanya Reno, menatap lurus ke dalam manik mata wanita itu dengan seluruh ...