Hari itu, Ruang Rapat Utama di lantai 30 terasa lebih dingin dari biasanya. Bukan dingin karena AC sentral yang disetel di suhu "Kutub Utara", melainkan dingin yang merayap dari tulang ekor naik ke batang leher, jenis dingin yang muncul saat kau tahu ajal kariermu sudah di depan mata.
Aku duduk di sana. Cahyo. Seorang Senior Executive (jabatan keren untuk "pesuruh berdasi") yang sedang menghadapi ujian terberat dalam hidupnya. Di hadapanku, dudu...