YESTERDAY

Oleh: Febby Yonika

"Dulu kamu memanggil namaku dengan penuh harap, kini aku merapalkan namamu dalam doa yang terlambat."

────୨ৎ────

Kemeja dan pipiku menjadi basah karena rintikan sisa hujan sedari siang. Aspal dalam perjalanan pulang pun terlihat lebih sepi dari biasanya. Bahkan bunga-bunga kecil yang mekar di pinggir jalan seolah ikut menggigil, meratapi raga dan hatiku yang telanjur membeku oleh waktu yang terlambat berputar.

Sampai tiba-tiba, sepotong memori berputar di kepala.

"Rayan, semangat!" teriaknya nyaring di antara riuh penonton, berdiri di tepi lapangan sambil melambaikan tangan heboh, menyemangatiku dalam pertandingan sepak bola sore itu.

Hari itu timku menang dan berhasil menembus babak final. Saat ini aku berpikir, mungkin semua itu terjadi memang karena kehadirannya.

"Rayan, selamat ya," katanya yang langsung menghampiriku seusai pertandingan.

Namanya Alea. Seorang gadis yang pertama kali kutemui sedang menangis sesenggukan di kuil yang basah, namun keesokan harinya berubah menjadi sosok paling gigih yang tak pernah lelah mengetuk pintu hatiku yang dingin.

Seusai pertandingan itu, ia menyodorkan sebuah handuk kecil bertuliskan namaku yang dirajutnya sendiri.

Aku ingat betul bagaimana aku merasa sedikit risih saat itu. Mengapa dia begitu gigih mengejarku? Aku memikirkannya be...

Baca selengkapnya →