"Dulu kamu memanggil namaku dengan penuh harap, kini aku merapalkan namamu dalam doa yang terlambat."
────୨ৎ────
Kemeja dan pipiku menjadi basah karena rintikan sisa hujan sedari siang. Aspal dalam perjalanan pulang pun terlihat lebih sepi dari biasanya. Bahkan bunga-bunga kecil yang mekar di pinggir jalan seolah ikut menggigil, meratapi raga dan hatiku yang telanjur membeku oleh waktu yang terlambat berputar.
Sampai tiba-tiba, s...